Smart City Indonesia dan Perubahan Iklim

sumber : smartcity.wg.ugm.ac.id

Belakangan ini istilah smart cities menjadi salah satu topik yang sering diperbincangkan di Indonesia. Pasalnya, bulan Mei lalu, sejumlah kementerian, bappenas, dan kepresidenan republik indonesia sepakat untuk menginisisasi 100 Smart Cities Indonesia. Dimulai dengan memilih 25 kabupaten dan kota untuk mengikuti gerakan ini, pemerintah berharap akan bertambah menjadi 100 kabupaten/kota pada tahun 2019 mendatang. Meski sedikit terlambat di bandingkan dengan negara-negara lain, khususnya negara tetangga (Singapura) yang telah dikenal dengan smart city kelas dunia, saya sangat mengapresiasi dan mendukung sekali inisiasi pemerintah tersebut. Langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang bersahabat dan serba teratur bagi masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, smart city diinisiasi oleh pakar dari ITB Suhono S. Supangkat. Dikutip dari apic.city, Suhono mengatakan konsep smart city itu terdiri dari komponen-komponen pendukung, salah satunya adalah smart environment. Artinya pembangunan dan pengaturan kota/kabupaten harus memperhitungkan lingkungan dalam prosesnya.

Berhubung gerakan ini baru akan berjalan, saya memiliki beberapa pendapat agar gerakan ini juga bisa menjadi ajang bagi setiap pemerintah kota/kabupaten dalam memerangi perubahan iklim. Salah satunya adalah dengan mengembangakn dan membangun insfrastruktur yang ramah lingkungan. Mungkin salah satu contohnya adalah memberbanyak taman kota, selain bisa dimanfaatkan untuk rekreasi, peneliti dari Hamburg mengatakan bahwa taman juga penting mengontrol cuaca kota dan berguna dalam memerangi perubahan iklim.

Selain itu, perubahan insfratuktur lainnya adalah upaya menciptakan jalan yang ramah untuk pengguna sepeda. Saya pernah membaca sebuah wawancara dengan komunitas pengguna sepeda Yogyakarta, menurut pengamatan mereka, banyak sebenarnya masyarakat yang berminat sekali untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi jarak dekat mereka dibanding sepeda motor. Namun, mereka menyayangkan kondisi jalanan sangat tidak ramah untuk para pengguna sepeda. Mungkin jika difasilitasi dengan baik, banyak orang-orang yang akan mulai beralih menggunakan sepeda dan bisa membantu mengurangi emisi karbon.



2 komentar:

  1. Hello.. rika.. sangat bermanfaat. Saya Martha ingin bertanya. Menurut mbak bagaimana Indonesia dapat menerapkan alat transportasi sepeda ini dengan baik,karena sangat jarang sekali transportasi sepeda dilakukan oleh kalangan masyarakat indonesia walaupun hanya satu atau 2 dan 3 hari saja yang terlihat. Makasih.

    BalasHapus
  2. Hai Ka Rika, saya ingin bertanya menurut kakak dari smartcity yg telah ada di dunia apakah sudah mendukung hak masyarakat nya? Terimakasih

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.